Search This Blog

Tuesday, October 22, 2019

CAWABEKIS: Cara Waras Belajar Kitab Suci || eps.004 || Iluminasi: Apa “si”?


Berikut link menuju video pembahasan ini:
https://youtu.be/2AXJtWRDHZ8
                  Jikalau tuduhan bahwa “kitab suci” adalah fiksi diarahkan kepada Alkitab, maka si penuduh sedang menyangkali paling tidak dua hal besar, pertama, fakta sejarah dalam Alkitab, yang mana telah ditegaskan oleh para “ekskavator…” ekh, maksudnya para arkeolog yang telah melakukan ekskavasi dan menemukan otentisitas informasi yang telah disajikan Alkitab selama ribuan tahun ini. Kedua, tentu sekaligus menyangkali bahwa Alkitab tercipta, melalui sekitar 40 penulis, dalam 66 buku, dalam rentang waktu kurang lebih 2000 tahun itu, oleh inspirasi Allah. Jadi dua persoalan akan kita hadapi dalam hal ini, persoalan metodologi dan keyakinan kepada Allah. Jika kita tidak bisa mempercayai bukti catatan sejarah dan hasil ekskavasi, lalu kita mau percaya apa?

                  Bukanlah persoalan tentang pembuktian autentisitas yang akan dibahas dalam video ini (saya akan membagikan link soal itu pada deskripsi ( https://www.youtube.com/watch?v=_23xU4h2Ia8 ). Kita akan bicara soal campur tangan Ilahi kepada para pembaca Alkitab (kita sudah membahas campur tangan ilahi kepada penulis dalam video sebelumnya). Pertama,kita bahas soal definisi; Kedua, soal aplikasi.

                  Jika Roh Allah menguasai para penulis dalam menghasilkan tulisan Kitab Suci disebut inspirasi maka terhadap para pembaca ada karya Allah yang disebut dengan istilah iluminasi. Istilah ini diterjemahkan dari kata Yunani photizo (fwti/zw, NT:5461), dari kata dasar phos, "light," (Inggris: enlighten) artinya “menerangi, menyinari.”[1] Memang iluminasi terjadi juga atas para penulis Alkitab, namun secara teknis istilah ini cenderung merujuk kepada “pelayanan/pekerjaan Roh Kudus untuk menolong orang percaya agar dapat mengerti kebenaran Alkitab.”[2] [demikian kata Ryrie]

 Pak Benny Solihin juga membahas hal ini, dalam bukunya 7 Langkah Menyusun Khotbah yang Mengubah Kehidupan. Berdasarkan 2 Kor. 4:6, “6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.” “ini berarti,” pak Solihin melanjutkan, “iluminasi Roh Kudus adalah bimbingan untuk memahami yang diinspirasikan-Nya… Ia terlibat dalam proses penafsiran (hermeneutik) karena Ia adalah Roh Kebenaran.”[3] Yesus berkata, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran . . .” (Yoh. 16:13a). Beliaupun menutup paragraf pertama dalam pembahasan tentang “iluminasi” ini dengan kalimat “Alkitab hanya dapat ditafsirkan dengan bantuan Roh Kudus”[4] Billy Graham berkata, “Today the Holy Spirit illuminates the minds of people, makes us yearn for God, and takes spiritual truth and makes it understandable to us. (“Hari ini [pada masa ini] Roh Kudus menerangi pikiran orang-orang, membuat kita merindukan Tuhan, dan mengambil kebenaran rohani dan membuatnya dapat dipahami”). [5] [Menurut saya penjelasan ini cukup untuk mendefinisikan istilah iluminasi).
           
                  Jika demikian, sadarkah kita tentang betapa pentingnya bimbingan Roh Kudus kepada setiap pembaca atau pembelajar atau bahkan sampai kepada pemberita firman dalam memahami teks Kitab Suci? Tidak ada penafsir Injili, yakni mereka yang meyakini Alkitab sebagai landasan hidup, yang akan menyangkali keutamaan peran Roh Kudus dalam menggumuli Firman Tuhan. Kita tentu mengenal para hamba Tuhan yang telah membawa pengaruh besar dalam sejarah perkembangan teologi Alkitabiah, seperti Agustinus, Calvin, Luther, Jonathan Edwards, George Muller, Billy Graham dan masih banyak lagi. Semua mengakui akan peran Roh Hikmat itu.

                  Sekarang bagaimanakah agar kuasa Roh Kudus itu dapat menguasai kita sepenuhnya demi memahami firman-Nya? Pak Noor Anggraito, baru saja menerbitkan sebuah buku dengan judul yang terkesan sangat “gaul gitu” (begitu kata anak muda sekarang), Tuhan Ngomong. Yaa, itulah judulnya. Kesannya ringan namun isinya sangat berbobot. Sungguh tulisan yang mengundang rasa penasaran. Nah, soal pertanyaan di atas, tulisan beliau berikut dapat merupakan jawaban,
… percayalah bahwa Kitab Suci itu produk dari Tuhan sendiri. Kita harus berdoa sungguh-sungguh dan mohon pertolongan dan pencerahan dari Tuhan, karena Dialah yang empunya firman dan biarlah Dia berfirman kepada Anda. Tetapi juga dekati kebenaran firman Tuhan dalam Kitab Suci dengan pendekatan yang benar.[6]
                  Memang “gampang-gampang susah yaa?”.

Anda menyaksikan Serial CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci).
Saya: Pieter Sunkudon.


                        [1] PC Study Bible: “enlightenVine's Expository Dictionary of Biblical Words, Copyright © 1985, Thomas Nelson Publishers.)
                        [2] Charles C. Ryrie, Teologi dasar., Jil. 1, bag. III: Alkitab Diilhamkan Allah (Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1992), diterjemahkan oleh Yan Anthony, 135.
                        [3] Benny Solihin, 7 Langkah Menyusun Khotbah yang Mengubah Kehidupan (Malang: Literatur SAAT, 2014), disunting oleh: Emma Maspaitella & Daltur Rendakasiang, 37.
                        [4] Ibid.
                        [5] https://billygraham.org/devotion/the-holy-spirit/ [terj.langsung].
                        [6] Noor Anggraito, Tuhan Ngomong (Surakarta: Lembaga Literatur El-Shadday, 2019), 38.

Tuesday, October 8, 2019

CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci) eps. 003: Wahyu: Bukan Perkataan Allah?


 2 Tim. 3:16a

“16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar. . .”


 silahkan klik link di bawah ini untuk melihat video:

            Pembahasan kali ini masih merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya, yakni berkenaan dengan teks 2 Timotius 3:14-17. Dalam paragraf tersebut ada satu klausa yang penting untuk dikaji lebih dalam sehingga kita menemukan terjemahan yang lebih mendekati bunyi asli. Mengapa ini perlu? Sebab akan mempengaruhi padangan dasar kita terhadap Alkitab Firman Allah itu.



            Kita langsung saja. Klausa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar. . .” diterjemahkan dari bahasa Yunani “pa/sa grafh. qeo,pneustoj kai. wvfe,limoj” (pasa grafee Teopneustos kai ofelimos). Pertama, pasa grafee, artinya “tiap nas (Kitab Suci)= segala yang tertulis dalam Kitab Suci.” (B. F. Drewes 2011)[1] Sementara itu berdasarkan konteks dekatnya ayat 15, pasa grafee yang dimaksud adalah menunjuk pada hiera grammata (Kitab Suci) yang diyakini sebagai kanon oleh orang Yahudi yaitu Perjanjian Lama, kemudian oleh gereja mula-mula yaitu juga seluruh Perjanjian Baru. Itulah alasan mengapa kita harus percaya bahwa Alkitab diilhamkan baik verbal maupun plenary.



            Kedua, mari terlebih dahulu kita simak beberapa terjemahan berikut: KJV, “All scripture is given by inspiration of God, and is profitable for doctrine” (terj.: semua tulisan adalah diberikan oleh inspirasi Allah, dan adalah bermanfaat untuk doktrin). NASB, “All Scripture is inspired by God and profitable for teaching…” (terj.: semua tulisan adalah diinspirasikan oleh Allah dan bermanfaat untuk mengajar), dan BIS, “Semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar.”



            Perhatikanlah hubungan frase “segala tulisan” dengan klausa “yang diilhamkan Allah memang bermanfaat (TB).” Teks Yunani dari bagian ini, menunjukan ada kata benda, grafee yang diikuti dua kata sifat, teopneustos kai ofelimos tanpa artikel. Menurut kaidah bahasa Yunani Koine, kata sifat dalam hubungannya dengan kata benda dapat berposisi sebagai atributif atau predikatif.[2]



Dalam penjelasannya Petrus Maryono, pakar Perjanjian Baru dari Dalas Theological Seminary itu melanjutkan bahwa, klausa ini harus diterjemahkan, “seluruh kitab suci itu diilhamkan Allah dan bermanfaat….” Hal ini senada dengan penjelasan dalam Jamieson, Fausset, and Brown Commentary, bahwa “Posisi kedua kata sifat Yunani [Theopneustos kai ofelimos] tak dapat mengambil yang satu sebagai julukan, sementara yang lain sebagai predikat…. Kata sifat sangat terkait erat, bahwa karena yang satu adalah predikat maka yang lain juga harus begitu.[3] Jadi, tidak ada lagi yang dapat dicurigai dari frase terjemahan “yang diilhamkan” mengingat apabila ada kata “yang” di sana maka dapat dimaknai “ada tulisan yang tidak diilhamkan.”



            Jika pertanyaannya adalah bagian mana dalam Alkitab yang merupakan ilham atau wahyu Allah? jawabnya ialah “seluruh tulisan.” Wahyu Allah dalam hal ini bukan menunjuk pada “perkataan Allah” semata. Inilah perbedaan konsep yang cukup menonjol antara “wahyu Allah” menurut Alkitab dengan “wahyu Allah” dalam agama lain, Islam misalnya, di mana dalam syariat Islam, wahyu adalah kalam atau perkataan dari Allah, itu menurut pengertian sederhana dari Wikipedia.



            Jadi, sekali lagi, yang dimaksud dengan Wahyu Allah dalam teks ini adalah tulisan para penulis Alkitab, yang dikuasai oleh Roh Kudus sedemikian rupa, yakni tanpa mengesampingkan karakter dan latar belakang mereka masing-masing, kemudian menghasilkan Tulisan yang murni, benar tanpa salah, atau istilah yang biasa dipakai para pakar, ineransi.[4]

Anda masih dalam Serial CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci).

Tetap semangat belajar firman agar bertumbuh. Imanuel.



Saya: Pieter Sunkudon. Sampai Jumpa.





                  [1]B.F. Drewes, Wilfrid Haubeck, Heinrich von Siebenthal, Kunci Bahasa Yunani Perjanjian Baru: Surat Roma Hingga Kitab Wahyu, vol. 2 (Jakarta: BPK Gunung  Mulia, 2011), 233.


                  [2]lih. Petrus Maryono, Diktat Kuliah: Yunani III, Gramatika & Sintaksis Bahasa Yunani PB, STTII Yogyakarta, 61.


                  [3] PC Study Bible V5: Jamieson, Fausset, dan Brown Commentary, Database Elektronik. Hak cipta © 1997, 2003, 2005, 2006 oleh Biblesoft, Inc. All rights reserved.) [terj.langsung]



                  [4]Lih. Arnold Tindas, Inerrancy: Ketaksalahan Alkitab (Jakarta: Harvest International Theological Seminary (HITS), 2007).

Wednesday, October 2, 2019

CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci) eps. 002_Manfaat Belajar Kitab Suci (2 Timotius 3:14-17)

silahkan klik link di bawah ini untuk melihat video dari tulisan ini:
https://youtu.be/6p3eFY932gM


 “Tidak ada hak istimewa atau sukacita yang lebih besar dibandingkan mempelajari Firman Allah” demikian kata Grant R. Osborne (Spiral Hermeneutika, 2012). Alkitab, Firman Allah itu, adalah tulisan yang paling bermanfaat, di sepanjang sejarah. Kita tidak akan membicarakan bukti soal itu kali ini, namun soal apa yang Alkitab sendiri katakan tentang manfaat Kitab Suci.

Banyak nats yang telah mengisyaratkan manfaat mempelajari Alkitab, di sepanjang PL & PB, namun kali ini kita fokus pada 2 Timotius 3:14-17, yang berbunyi,

14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.  15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.  16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Paulus menulis surat ini pada sekitar tahun 67 (PC Study Bible V5: Bible Knowledge Commentary), di mana Kaisar Nero tengah berkuasa. Paulus sendiri sedang berada dalam penjara, menantikan eksekusi matinya. Sehingga ini adalah surat Paulus yang terakhir. Dalam surat ini Paulus mengakui bahwa, ia sedang berada dalam penjara (2 Tim. 1:16), menderita kekurangan sebagai tahanan biasa (2 Tim. 2:9), ditinggalkan oleh kebanyakan sahabat (2 Tim. 1:15), ia sadar bahwa pelayanannya sudah berakhir dan saat kematiannya sudah dekat (2 Tim. 4:6-8, 18) (Alkitab App.: Alkipedia). Situasi ini menunjukan betapa urgennya pesan yang disampaikannya.

Konteks pasal 3 menambah urgensi dari teks ini. Adanya masa sukar, dengan berbagai cirinya, ditambah dengan perilaku dosa manusia tidak lupa dinyatakan Paulus (yakni Cinta akan diri; ketamakan; keangkuhan dan kemuliaan yang sia-sia; kehilangan rasa hormat kepada orang tua; tidak tahu berterima kasih & tidak peduli dengan kehidupan rohani; ketidakjujuran; orang jadi suka saling menjelekan; tidak dapat menguasai diri dan hasratnya; menyepelekan & tidak menghargai hal yang baik; kelicikan; kemunafikan dan sebagainya). Itulah sebabnya manusia membutuhkan pedoman yang benar dalam menghadapi situasi ini.

Dalam semangat inilah Paulus menyatakan manfaat dari Firman Allah itu bagi kehidupan manusia. Paling tidak ada dua macam manusia yang dapat menarik manfaat firman Allah, pertama, mereka yang belum mengenal Tuhan; dan kedua, mereka yang telah mengenal Tuhan. Bagi orang yang belum mengenal TUhan, Alkitab akan menuntun mereka kepada keselamatan (ayat 15). Sedangkan bagi orang percaya, mereka akan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Alkitab akan mengajar; mendidik dalam kebenaran; memperbaiki kelakuan; dan menyatakan kesalahan.

Jadi Alkitab dibutuhkan semua manusia supaya (1) mereka dapat tahu akan jalan keselamatan. Lalu (2) dibutuhkan orang Kristen untuk pertumbuhan rohani. Kemudian (3) Alkitab dibutuhkan hamba-hamba Tuhan untuk kehidupan dan pelayanan. Hamba-hamba Tuhan harus memberitakan firman Allah kepada orang-orang belum percaya agar mereka tahu jalan keselamatan. Serta kepada orang Kristen supaya mereka dapat bertumbuh dalam Kristus.

Saudara dan saya harus memastikan bahwa, kita mendapatkan manfaat dari Alkitab itu secara maksimal. Kita harus mengerti benar isinya. Ini tidak mungkin terjadi apabila kita tidak menelaah Alkitab dengan cara yang waras (baca: tepat). Nah, apabila ada orang yang mengaku telah mempelajari Alkitab, bahkan mungkin mengaku telah menghafalkan PL & PB, namun tidak mendapatkan manfaat seperti di atas, saya jadi curiga, pertama, ia mempelajari dengan metode yang salah atau, kedua, ia berbohong telah menguasai Alkitab.

Atau Anda dapat menambahkan kemungkinan orang seperti dalam kisah tentang penabur yang Tuhan Yesus ceritakan dalam Matius 13:1-23. Nampak di sana, ada orang yang menerima firman itu seperti tanah yang subur, yang ketika ditaburi benih, benih itu bertumbuh dan berbuah. Tetapi ada tiga jenis orang yang tidak mendapat manfaat dari Firman Tuhan, 1) mereka yang tidak mengerti, sehingga Iblis datang merampasnya; 2) mereka yang tidak tahan pencobaan, sehingga penindasan membuatnya murtad; 3) mereka yang terbuai oleh hal-hal duniawi (kekuatiran dunia ini, tipu daya kekayaan, kenikmatan hidup). Saya tidak tahu, Anda yang mana. J

Penutup:
Anda sedang menyaksikan Serial CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci).

Jika Anda masih waras… ekh, maksud saya masih tertarik dengan serial ini, silahkan subscribe dan tekan loncengnya, agar Anda mendapat notifikasi untuk video selanjutnya. Solideo Gloria dan Tuhan Yesus mengasihimu. Amin. Saya: Pieter Sunkudon. Sampai Jumpa.

Tuesday, October 1, 2019

CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci) eps. 001_intro

silahkan klik tautan di bawah ini untuk melihat video dari tulisan ini:
https://youtu.be/R-EnTgRJDyo
            Beberapa bulan yang lalu, Juni 2019 tepatnya, saya dipanggil untuk melayani di seminar kepada anak-anak muda, sebagai salah satu pembicara. Bersama saya, ada juga beberapa pembicara lain dalam seminar yang dilangsungkan tiga hari tersebut. Di antara kami ada seorang anak muda, yang dapat dikatakan sebagai “pembicara utama,” menurut CV-nya ia adalah seorang yang begitu disiplin dalam hal rohani, seperti membaca Alkitab 10 pasal setiap hari, berdoa berjam-jam, telah melayani sejak usia 9 tahun, bahkan terlibat dalam pelayanan sejak usia 6 tahun. “Wow!” begitulah kira-kira ekspresi saya mendengar itu semua. Sampai di sini, saya merasa sangat bersukacita, apabila ada orang-orang muda yang memberi diri untuk dipakai Tuhan dalam memberitakan Kabar Baik kepada semua orang. Saya teringat kepada nabi Samuel yang telah diserahkan oleh ibunya sejak kecil di bait Allah, sehingga TUHAN memakai dia sejak kecil (1 Samuel 1 – 3).
Kembali kepada pembicara muda tadi. Dan tibalah saatnya beliau menjalankan tugasnya sebagai pembicara saat itu. Untuk mempersingkat kisah saya tentang orang ini, saya katakan perasaan saya saja, setelah mendengarnya berbicara, kecewa. Kenapa? Sebab ia begitu jauh dari ekspektasi. Ia lari dari tema, isinya jauh dari standar metodologi penelaahan Alkitab, bahkan penyampaiannya lemah. Poin saya di sini bukanlah ingin merendahkannya secara personal, tetapi hanya saja muncul pertanyaan besar dalam benak saya, jika ia mengaku telah melayani begitu lama, berapa banyak orang yang telah dibawanya ke dalam penyimpangan pemahaman teologi? Dan bagaimana jika dia tidak sendirian? Kemungkinan besar ada banyak anak muda Kristen yang demikian. Semangat rohani yang berapi-api namun pemahaman Alkitab yang minim.
Bayangkan apabila semangat rohani yang menyala-nyala itu diimbangi dengan kebenaran Alkitab. Menurut saya, pemahaman teologi dan kekudusan hidup dapat diibaratkan seorang yang mengendarai sepeda, kuncinya ialah keseimbangan. Jika Anda berat sebelah maka Anda tentulah akan jatuh. Saya yakin, semangat rohani yang demikian jika diimbangi dengan pengetahuan teologi yang “mumpuni,” maka akan menjadi senjata yang sangat kuat untuk membawa Kabar Baik kepada semua orang.
Nah, inilah tujuan saya membuat video ini, dan Deo Volente (atas perkenanan Tuhan), video-video selanjutnya. Sebab sejak hari itu, sepertinya ada beban baru dalam hati saya untuk memberi kontribusi yang bersifat global, agar rekan-rekan anak muda yang serupa itu mendapat masukan positif. Diperlengkapi untuk pelayanan pendamaian yang Tuhan percayakan kepada kita, murid-murid-Nya.
Alasan kedua, mengapa saya berbagi melalui video, adalah karena melihat betapa serangan-serangan dari pihak orang bukan Kristen, yang begitu sistimatis, terstruktur dan massive terhadap iman Kristen. Ada masalah serius dalam cara mereka memahami Alkitab. Merekapun perlu diberi petunjuk tentang bagaimana memahami Alkitab. Yakni dengan metodologi yang benar. Dengan demikian saya dapat melaksanakan firman Tuhan dalam 2 Korintus 10:5,  5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”
Puji kepada Allah yang telah berfirman mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana (Kej. 11:6), sehingga Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, dapat mendirikan YouTube; Mark Zuckerberg dkk mendirikan Facebook; bahkan Kevin Systrom dan Mike Krieger yang mendirikan Instagram.
Kita sekarang telah tiba di zaman yang tidak terbatas ruang dan waktu dalam berbagi informasi. Saya membayangkan, bagaimana Tuhan bekerja secara sistematis, terstrukur dan masiv juga, dalam menolong kita melaksanakan Amanat Agung-Nya. Di sepanjang sejarah kita telah menyaksikan bagaimana Dia menyediakan bahasa Internasioal, mulai dari Funisia, Aram, Yunani, Inggris, bahkan bahasa persatuan kita, Indonesia untuk mempermudah pengkomunikasian Injil. Bagaimana Tuhan menyediakan sarana transportasi untuk perjalanan para misionari, sekarang Dia “menyediakan” internet untuk pekerjaan ini.
Dan kita masih saja membuat alasan? Saat kita mengeluh karena bahasa yang berbeda, Ia memberikan bahasa yang dapat dipahami banyak orang, ketika kita mengeluh dengan perjalanan yang sulit, Dia menyediakan sistem transportasi, sekarang apa lagi yang akan kita katakan setelah diberikannya internet? Kabar Keselamatan di dalam Yesus haruslah sampai ke ujung bumi, berapa dan apapun harganya. Itulah alasan ketiga mengapa program ini kami buat.
Jika anda masih waras, ekh… maaf, maksud saya masih penasaran dengan video-video selanjutnya, silahkan subscribe, lalu apabila kuota masih cukup, share-lah kepada teman-teman Anda. Yesus Kristus, Penguasa Jagad Raya itu, kiranya memberkati Anda. Amin.

Anda menyaksikan serial terbaru di dunia maya, dan tentu terkeren (meski hanya di pikiran saya). CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci). 
Saya: Pieter Sunkudon.

Sunday, April 28, 2019

Powerpoint Khotbah Seri Eskatologi

Shalom.
link di bawah ini akan menghubungkan saudara ke folder onedrive saya yang berisi powerpoint khotbah seputar akhir zaman (eskatologi). Kiranya dapat sedikit menolong persiapan rekan-rekan sekalian dan menjadi berkat bagi jemaat yang dilayani.
Soli Deo Gloria.

https://1drv.ms/f/s!Ai-Wfb4RQ9gxgRtoyCbVkOnHHi_7

Powerpoint Khotbah Tentang Doktrin Keselamatan (Soteriologi)

Shalom.
Berikut saya membagikan beberapa powerpoint khotbah yang berbicara seputar doktrin keselamatan. Khotbah-khotbah tersebut telah disampaikan di jemaat kami (GKI Poso). Semoga dapat meringankan pekerjaan rekan-rekan dalam pemberitaan Kabar Baik & menjadi berkat bagi jemaat Tuhan.
Tuhan memberkati.

https://1drv.ms/f/s!Ai-Wfb4RQ9gxgRpvWQUiZ4BxZhBN