Search This Blog

Showing posts with label #debat. Show all posts
Showing posts with label #debat. Show all posts

Monday, November 28, 2022

Tragis


Tragis! Jika seseorang menolak Kristus, yang adalah Tuhan & Juruselamat, sebab hukuman kekal Allah, Hakim Abadi semesta, tak dapat dilalukan darinya.


2 Tesalonika 2:11-12 (TB)

"Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan."


#motivasiKristen #ayatAlkitab #hidupkekal #bro_pie

#pojok_bropiet

Thursday, October 31, 2019

CAWABEKIS: Cara Waras Belajar Kitab Suci || eps.005 || Sikap yang "waras" Untuk Belajar Firman Tuhan (Ams. 2:1-6)

 Klik link untuk video ulasan ini:
Sikap yang "waras" untuk belajar FT

                  “Ada tiga perspektif yang sangat penting untuk diketahui agar dapat memiliki pemahaman yang tepat dari pekerjaan penafsiran”[1] demikian kata Osborne. “Pertama, hermeneutik merupakan ilmu pengetahuan. . .; Kedua, hermeneutik merupakan suatu seni. . .; Ketiga. . . hermeneutik merupakan suatu tindakan rohani, bergantung pada pimpinan Roh Kudus.”[2]
                  Sebagai ilmu pengetahuan dan seni, berarti proses mempelajari Firman Tuhan ini akan melibatkan, pertama nalar atau akal budi kemudian juga imajinasi dan keterampilan kita. Ingatkan bagaimana Tuhan Yesus menjawab seorang ahli taurat yang mencobai-Nya dengan bertanya,   36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"  37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu (Mat. 22:36-37). Pehatikan bahwa, kata “akal budi” di sana diterjemahkan dari kata Yunani dia,noia (dianoia) artinya: mind, understanding, intelligence (pikiran, pengertian, inteligensi). Dalam hal ini, menurut saya tindakan mempelajari Firman Allah adalah salah satu bukti kasih kepada Allah.
      Sebelum kita memikirkan metode mempelajari Firman Tuhan itu (ini berhubungan dengan akal, ketrampilan, serta imajinasi kita), kita harus terlebih dahulu memikirkan keadaan hati kita (ini tentu berhubungan dengan kerohanian kita). Ya, kali ini kita akan bicara tentang bagaimana sikap yang “waras” dalam mempelajari Firman Tuhan. [3]
      Amsal 2:1-6 akan menjadi landasan pembahasan ini:
Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,  2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian,  3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian,  4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,  5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.  6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian (Ams. 2:1-6).
                  Teks ini menunjukan kepada kita bahwa, paling tidak ada empat sikap yang harus dimiliki seorang pembelajar Alkitab. Pertama, sikap yang mau belajar dan terbuka untuk diajar (ay. 1,2). Sebagai manusia berdosa, yang lahir dan terjual di pasar dosa, tentulah kita telah terpapar dengan konsep dunia begitu lama, lingkungan dosa itu telah membangun kerangka yang sangat kokoh dalam diri kita sehingga pada saat berhadapan dengan kebenaran, pastilah akan ada gejolak dalam jiwa, kita terkejut telah berhadapan dengan cermin Kebenaran yang bernama Alkitab, ia sedang menunjukan segala keburukan kita. Ada dua pilihan bagi kita, menyingkirkan atau bahkan menghancurkan cermin itu, atau bersedia untuk dibersihkan.
                  Kedua, sikap yang bergantung pada Allah untuk mengerti firman-Nya (ay. 3). Sikap ini menuntut dua syarat: pertama, seseorang harus dilahirkan kembali. Paulus dalam 1 Kor. 2:14-15 berkata, “14Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.  15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.” Syarat yang kedua ialah, kita harus diajar oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus dalam Yohanes 16:13-15 berkata,
13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.  15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
                  Sikap yang Ketiga ialah, sikap yang rajin dan bertekun (ay. 4). Nah, jangan mengira bahwa setelah berserah kepada Roh Kudus lalu kita dapat mengabaikan kerajinan dan ketekunan. Pelayanan Roh Kudus sebagai guru kita tidak berarti bahwa kita tidak harus berusaha untuk mengerti Alkitab. Jadi pengertian yang tepat akan isi Alkitab tidak terjadi secara otomatis tanpa usaha kita. 2 Timotius 2:15 berkata “15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.”
                  Yang terakhir adalah sikap yang positif atau optimistis (ay. 5-6). Kelihatannya ayat 5 & 6 adalah kesimpulan dari ayat 1-4. Apabila kita rangkum keseluruhan bagian tersebut (ayat 1-6), maka dapat merupakan sebuah kalimat demikian: “Kalau kita (1) Terbuka; (2) Bergantung; dan (3) Rajin, maka kita akan mendapat pengertian dan hikmat.”
                  Anda sedang menyaksikan serial CAWABEKIS (Cara Waras Belajar KItab Suci).dan ini adalah episode ke-5. Jadilah pencinta firman. Dan, please like, Comment, and Share video ini jika Anda diberkati. 
Saya Pieter Sunkudon. Sampai jumpa.


                        [1] Osborne, Spiral Hermeneutik, 2.
                        [2] Ibid.
                        [3] Diadaptasi dari Greg Gripentrog, Diktat Kuliah: Hermeneutik (Sem. I,II,III), STTII Yogyakarta, t.t.

Tuesday, October 8, 2019

CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci) eps. 003: Wahyu: Bukan Perkataan Allah?


 2 Tim. 3:16a

“16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar. . .”


 silahkan klik link di bawah ini untuk melihat video:

            Pembahasan kali ini masih merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya, yakni berkenaan dengan teks 2 Timotius 3:14-17. Dalam paragraf tersebut ada satu klausa yang penting untuk dikaji lebih dalam sehingga kita menemukan terjemahan yang lebih mendekati bunyi asli. Mengapa ini perlu? Sebab akan mempengaruhi padangan dasar kita terhadap Alkitab Firman Allah itu.



            Kita langsung saja. Klausa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar. . .” diterjemahkan dari bahasa Yunani “pa/sa grafh. qeo,pneustoj kai. wvfe,limoj” (pasa grafee Teopneustos kai ofelimos). Pertama, pasa grafee, artinya “tiap nas (Kitab Suci)= segala yang tertulis dalam Kitab Suci.” (B. F. Drewes 2011)[1] Sementara itu berdasarkan konteks dekatnya ayat 15, pasa grafee yang dimaksud adalah menunjuk pada hiera grammata (Kitab Suci) yang diyakini sebagai kanon oleh orang Yahudi yaitu Perjanjian Lama, kemudian oleh gereja mula-mula yaitu juga seluruh Perjanjian Baru. Itulah alasan mengapa kita harus percaya bahwa Alkitab diilhamkan baik verbal maupun plenary.



            Kedua, mari terlebih dahulu kita simak beberapa terjemahan berikut: KJV, “All scripture is given by inspiration of God, and is profitable for doctrine” (terj.: semua tulisan adalah diberikan oleh inspirasi Allah, dan adalah bermanfaat untuk doktrin). NASB, “All Scripture is inspired by God and profitable for teaching…” (terj.: semua tulisan adalah diinspirasikan oleh Allah dan bermanfaat untuk mengajar), dan BIS, “Semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar.”



            Perhatikanlah hubungan frase “segala tulisan” dengan klausa “yang diilhamkan Allah memang bermanfaat (TB).” Teks Yunani dari bagian ini, menunjukan ada kata benda, grafee yang diikuti dua kata sifat, teopneustos kai ofelimos tanpa artikel. Menurut kaidah bahasa Yunani Koine, kata sifat dalam hubungannya dengan kata benda dapat berposisi sebagai atributif atau predikatif.[2]



Dalam penjelasannya Petrus Maryono, pakar Perjanjian Baru dari Dalas Theological Seminary itu melanjutkan bahwa, klausa ini harus diterjemahkan, “seluruh kitab suci itu diilhamkan Allah dan bermanfaat….” Hal ini senada dengan penjelasan dalam Jamieson, Fausset, and Brown Commentary, bahwa “Posisi kedua kata sifat Yunani [Theopneustos kai ofelimos] tak dapat mengambil yang satu sebagai julukan, sementara yang lain sebagai predikat…. Kata sifat sangat terkait erat, bahwa karena yang satu adalah predikat maka yang lain juga harus begitu.”[3] Jadi, tidak ada lagi yang dapat dicurigai dari frase terjemahan “yang diilhamkan” mengingat apabila ada kata “yang” di sana maka dapat dimaknai “ada tulisan yang tidak diilhamkan.”



            Jika pertanyaannya adalah bagian mana dalam Alkitab yang merupakan ilham atau wahyu Allah? jawabnya ialah “seluruh tulisan.” Wahyu Allah dalam hal ini bukan menunjuk pada “perkataan Allah” semata. Inilah perbedaan konsep yang cukup menonjol antara “wahyu Allah” menurut Alkitab dengan “wahyu Allah” dalam agama lain, Islam misalnya, di mana dalam syariat Islam, wahyu adalah kalam atau perkataan dari Allah, itu menurut pengertian sederhana dari Wikipedia.



            Jadi, sekali lagi, yang dimaksud dengan Wahyu Allah dalam teks ini adalah tulisan para penulis Alkitab, yang dikuasai oleh Roh Kudus sedemikian rupa, yakni tanpa mengesampingkan karakter dan latar belakang mereka masing-masing, kemudian menghasilkan Tulisan yang murni, benar tanpa salah, atau istilah yang biasa dipakai para pakar, ineransi.[4]

Anda masih dalam Serial CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci).

Tetap semangat belajar firman agar bertumbuh. Imanuel.



Saya: Pieter Sunkudon. Sampai Jumpa.





                  [1]B.F. Drewes, Wilfrid Haubeck, Heinrich von Siebenthal, Kunci Bahasa Yunani Perjanjian Baru: Surat Roma Hingga Kitab Wahyu, vol. 2 (Jakarta: BPK Gunung  Mulia, 2011), 233.


                  [2]lih. Petrus Maryono, Diktat Kuliah: Yunani III, Gramatika & Sintaksis Bahasa Yunani PB, STTII Yogyakarta, 61.


                  [3] PC Study Bible V5: Jamieson, Fausset, dan Brown Commentary, Database Elektronik. Hak cipta © 1997, 2003, 2005, 2006 oleh Biblesoft, Inc. All rights reserved.) [terj.langsung]



                  [4]Lih. Arnold Tindas, Inerrancy: Ketaksalahan Alkitab (Jakarta: Harvest International Theological Seminary (HITS), 2007).

Wednesday, October 2, 2019

CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci) eps. 002_Manfaat Belajar Kitab Suci (2 Timotius 3:14-17)

silahkan klik link di bawah ini untuk melihat video dari tulisan ini:
https://youtu.be/6p3eFY932gM


 “Tidak ada hak istimewa atau sukacita yang lebih besar dibandingkan mempelajari Firman Allah” demikian kata Grant R. Osborne (Spiral Hermeneutika, 2012). Alkitab, Firman Allah itu, adalah tulisan yang paling bermanfaat, di sepanjang sejarah. Kita tidak akan membicarakan bukti soal itu kali ini, namun soal apa yang Alkitab sendiri katakan tentang manfaat Kitab Suci.

Banyak nats yang telah mengisyaratkan manfaat mempelajari Alkitab, di sepanjang PL & PB, namun kali ini kita fokus pada 2 Timotius 3:14-17, yang berbunyi,

14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.  15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.  16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Paulus menulis surat ini pada sekitar tahun 67 (PC Study Bible V5: Bible Knowledge Commentary), di mana Kaisar Nero tengah berkuasa. Paulus sendiri sedang berada dalam penjara, menantikan eksekusi matinya. Sehingga ini adalah surat Paulus yang terakhir. Dalam surat ini Paulus mengakui bahwa, ia sedang berada dalam penjara (2 Tim. 1:16), menderita kekurangan sebagai tahanan biasa (2 Tim. 2:9), ditinggalkan oleh kebanyakan sahabat (2 Tim. 1:15), ia sadar bahwa pelayanannya sudah berakhir dan saat kematiannya sudah dekat (2 Tim. 4:6-8, 18) (Alkitab App.: Alkipedia). Situasi ini menunjukan betapa urgennya pesan yang disampaikannya.

Konteks pasal 3 menambah urgensi dari teks ini. Adanya masa sukar, dengan berbagai cirinya, ditambah dengan perilaku dosa manusia tidak lupa dinyatakan Paulus (yakni Cinta akan diri; ketamakan; keangkuhan dan kemuliaan yang sia-sia; kehilangan rasa hormat kepada orang tua; tidak tahu berterima kasih & tidak peduli dengan kehidupan rohani; ketidakjujuran; orang jadi suka saling menjelekan; tidak dapat menguasai diri dan hasratnya; menyepelekan & tidak menghargai hal yang baik; kelicikan; kemunafikan dan sebagainya). Itulah sebabnya manusia membutuhkan pedoman yang benar dalam menghadapi situasi ini.

Dalam semangat inilah Paulus menyatakan manfaat dari Firman Allah itu bagi kehidupan manusia. Paling tidak ada dua macam manusia yang dapat menarik manfaat firman Allah, pertama, mereka yang belum mengenal Tuhan; dan kedua, mereka yang telah mengenal Tuhan. Bagi orang yang belum mengenal TUhan, Alkitab akan menuntun mereka kepada keselamatan (ayat 15). Sedangkan bagi orang percaya, mereka akan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Alkitab akan mengajar; mendidik dalam kebenaran; memperbaiki kelakuan; dan menyatakan kesalahan.

Jadi Alkitab dibutuhkan semua manusia supaya (1) mereka dapat tahu akan jalan keselamatan. Lalu (2) dibutuhkan orang Kristen untuk pertumbuhan rohani. Kemudian (3) Alkitab dibutuhkan hamba-hamba Tuhan untuk kehidupan dan pelayanan. Hamba-hamba Tuhan harus memberitakan firman Allah kepada orang-orang belum percaya agar mereka tahu jalan keselamatan. Serta kepada orang Kristen supaya mereka dapat bertumbuh dalam Kristus.

Saudara dan saya harus memastikan bahwa, kita mendapatkan manfaat dari Alkitab itu secara maksimal. Kita harus mengerti benar isinya. Ini tidak mungkin terjadi apabila kita tidak menelaah Alkitab dengan cara yang waras (baca: tepat). Nah, apabila ada orang yang mengaku telah mempelajari Alkitab, bahkan mungkin mengaku telah menghafalkan PL & PB, namun tidak mendapatkan manfaat seperti di atas, saya jadi curiga, pertama, ia mempelajari dengan metode yang salah atau, kedua, ia berbohong telah menguasai Alkitab.

Atau Anda dapat menambahkan kemungkinan orang seperti dalam kisah tentang penabur yang Tuhan Yesus ceritakan dalam Matius 13:1-23. Nampak di sana, ada orang yang menerima firman itu seperti tanah yang subur, yang ketika ditaburi benih, benih itu bertumbuh dan berbuah. Tetapi ada tiga jenis orang yang tidak mendapat manfaat dari Firman Tuhan, 1) mereka yang tidak mengerti, sehingga Iblis datang merampasnya; 2) mereka yang tidak tahan pencobaan, sehingga penindasan membuatnya murtad; 3) mereka yang terbuai oleh hal-hal duniawi (kekuatiran dunia ini, tipu daya kekayaan, kenikmatan hidup). Saya tidak tahu, Anda yang mana. J

Penutup:
Anda sedang menyaksikan Serial CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci).

Jika Anda masih waras… ekh, maksud saya masih tertarik dengan serial ini, silahkan subscribe dan tekan loncengnya, agar Anda mendapat notifikasi untuk video selanjutnya. Solideo Gloria dan Tuhan Yesus mengasihimu. Amin. Saya: Pieter Sunkudon. Sampai Jumpa.

Tuesday, October 1, 2019

CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci) eps. 001_intro

silahkan klik tautan di bawah ini untuk melihat video dari tulisan ini:
https://youtu.be/R-EnTgRJDyo
            Beberapa bulan yang lalu, Juni 2019 tepatnya, saya dipanggil untuk melayani di seminar kepada anak-anak muda, sebagai salah satu pembicara. Bersama saya, ada juga beberapa pembicara lain dalam seminar yang dilangsungkan tiga hari tersebut. Di antara kami ada seorang anak muda, yang dapat dikatakan sebagai “pembicara utama,” menurut CV-nya ia adalah seorang yang begitu disiplin dalam hal rohani, seperti membaca Alkitab 10 pasal setiap hari, berdoa berjam-jam, telah melayani sejak usia 9 tahun, bahkan terlibat dalam pelayanan sejak usia 6 tahun. “Wow!” begitulah kira-kira ekspresi saya mendengar itu semua. Sampai di sini, saya merasa sangat bersukacita, apabila ada orang-orang muda yang memberi diri untuk dipakai Tuhan dalam memberitakan Kabar Baik kepada semua orang. Saya teringat kepada nabi Samuel yang telah diserahkan oleh ibunya sejak kecil di bait Allah, sehingga TUHAN memakai dia sejak kecil (1 Samuel 1 – 3).
Kembali kepada pembicara muda tadi. Dan tibalah saatnya beliau menjalankan tugasnya sebagai pembicara saat itu. Untuk mempersingkat kisah saya tentang orang ini, saya katakan perasaan saya saja, setelah mendengarnya berbicara, kecewa. Kenapa? Sebab ia begitu jauh dari ekspektasi. Ia lari dari tema, isinya jauh dari standar metodologi penelaahan Alkitab, bahkan penyampaiannya lemah. Poin saya di sini bukanlah ingin merendahkannya secara personal, tetapi hanya saja muncul pertanyaan besar dalam benak saya, jika ia mengaku telah melayani begitu lama, berapa banyak orang yang telah dibawanya ke dalam penyimpangan pemahaman teologi? Dan bagaimana jika dia tidak sendirian? Kemungkinan besar ada banyak anak muda Kristen yang demikian. Semangat rohani yang berapi-api namun pemahaman Alkitab yang minim.
Bayangkan apabila semangat rohani yang menyala-nyala itu diimbangi dengan kebenaran Alkitab. Menurut saya, pemahaman teologi dan kekudusan hidup dapat diibaratkan seorang yang mengendarai sepeda, kuncinya ialah keseimbangan. Jika Anda berat sebelah maka Anda tentulah akan jatuh. Saya yakin, semangat rohani yang demikian jika diimbangi dengan pengetahuan teologi yang “mumpuni,” maka akan menjadi senjata yang sangat kuat untuk membawa Kabar Baik kepada semua orang.
Nah, inilah tujuan saya membuat video ini, dan Deo Volente (atas perkenanan Tuhan), video-video selanjutnya. Sebab sejak hari itu, sepertinya ada beban baru dalam hati saya untuk memberi kontribusi yang bersifat global, agar rekan-rekan anak muda yang serupa itu mendapat masukan positif. Diperlengkapi untuk pelayanan pendamaian yang Tuhan percayakan kepada kita, murid-murid-Nya.
Alasan kedua, mengapa saya berbagi melalui video, adalah karena melihat betapa serangan-serangan dari pihak orang bukan Kristen, yang begitu sistimatis, terstruktur dan massive terhadap iman Kristen. Ada masalah serius dalam cara mereka memahami Alkitab. Merekapun perlu diberi petunjuk tentang bagaimana memahami Alkitab. Yakni dengan metodologi yang benar. Dengan demikian saya dapat melaksanakan firman Tuhan dalam 2 Korintus 10:5,  “5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”
Puji kepada Allah yang telah berfirman “mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana (Kej. 11:6), sehingga Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, dapat mendirikan YouTube; Mark Zuckerberg dkk mendirikan Facebook; bahkan Kevin Systrom dan Mike Krieger yang mendirikan Instagram.
Kita sekarang telah tiba di zaman yang tidak terbatas ruang dan waktu dalam berbagi informasi. Saya membayangkan, bagaimana Tuhan bekerja secara sistematis, terstrukur dan masiv juga, dalam menolong kita melaksanakan Amanat Agung-Nya. Di sepanjang sejarah kita telah menyaksikan bagaimana Dia menyediakan bahasa Internasioal, mulai dari Funisia, Aram, Yunani, Inggris, bahkan bahasa persatuan kita, Indonesia untuk mempermudah pengkomunikasian Injil. Bagaimana Tuhan menyediakan sarana transportasi untuk perjalanan para misionari, sekarang Dia “menyediakan” internet untuk pekerjaan ini.
Dan kita masih saja membuat alasan? Saat kita mengeluh karena bahasa yang berbeda, Ia memberikan bahasa yang dapat dipahami banyak orang, ketika kita mengeluh dengan perjalanan yang sulit, Dia menyediakan sistem transportasi, sekarang apa lagi yang akan kita katakan setelah diberikannya internet? Kabar Keselamatan di dalam Yesus haruslah sampai ke ujung bumi, berapa dan apapun harganya. Itulah alasan ketiga mengapa program ini kami buat.
Jika anda masih waras, ekh… maaf, maksud saya masih penasaran dengan video-video selanjutnya, silahkan subscribe, lalu apabila kuota masih cukup, share-lah kepada teman-teman Anda. Yesus Kristus, Penguasa Jagad Raya itu, kiranya memberkati Anda. Amin.

Anda menyaksikan serial terbaru di dunia maya, dan tentu terkeren (meski hanya di pikiran saya). CAWABEKIS (Cara Waras Belajar Kitab Suci). 
Saya: Pieter Sunkudon.