Search This Blog

Friday, December 2, 2022

Puncak Penyataan Diri Allah (Ibrani 1:1-4)

 

Berabad-abad lamanya manusia berupaya mengenal Allah dengan hikmat mereka sendiri, namun sayang, hasilnya sia-sia. Sebab Allah hanya dapat dikenal sejauh Dia memperkenalkan diri. Nah, Alkitab menunjukan bahwa wahyu Allah itu progress sifatnya, dan memuncak pada diri Yesus Kristus.
Pembukaan surat Ibrani (1:1-4) menyatakan dua hal, Pertama, Yesus Kristus adalah puncak penyataan Allah selama berabad-abad. Alkitab berkata, "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada...." Kedua, Dialah Anak Allah, Penguasa utama semesta. Perhatikan bagaimana firman ini mendeskripsikan Yesus, "... Dia berhak menerima segala yang ada✅; Dia pencipta✅; Dia-lah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada ✅; Dia menyucikan kita dari segala dosa✅; Dia bertahta di sorga✅; Dia pemilik nama terindah di seluruh jagad raya ini✅."
Bagi saya semua itu cukup untuk kita menyimpulkan keunggulan keagungan-Nya.
Jadi tidak ada pilihan lain bro/sis. Ingin kenal Allah? kenallah Yesus!

Monday, November 28, 2022

Renungan Natal Advent I (Yoh. 1:1-9)

 https://www.instagram.com/reel/ClfZFxUjcHM/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Shalom bro/sist.

Tidak terasa kita sudah memasuki minggu Advent I ya .. seperti baru kemarin kita merayakan natal, ekh sudah natal lagi... Hehe. Itu tandanya bahwa penyertaan Tuhan sungguh sempurna bagi kita. Memang banyak pergumulan di hari-hari yang lewat, namun lihatlah, tangan perkasa-Nya terus memegang kita kuat bukan?

Nah, penting bagi orang percaya untuk bersiap diri menyambut natal, bukan sekadar menyiapkan hal-hal materi, lebih dari itu kita siap hati. Mari fokus kepada Putera Natal itu. Ingatlah bahwa yang kita rayakan adalah Pribadi Agung dari sorga, Dialah Anak Allah Mahatinggi. Pribadi Kekal, Penguasa Waktu; Pencipta Semesta, Dia mencipta dari yang tidak ada menjadi ada (creatio ex nihilo); dan Dialah Sang Terang Pemberi Hidup.

Jadi bro/sist. Mari syukuri kendali-Nya di tahun ini; jangan berhenti berharap dan mengandalkan Dia, di kala memasuki esok yang penuh misteri; dan biarlah semangat natal kita terwujud dalam semangat menyaksikan kebesaran Dia, Yesus Kristus, Sang Firman, Pencipta sekaligus Pengendali semesta ini.

Tuhan memberkati bro/sist semua. Amin

Mode Pabrik

 1 Timotius 4:1-11

Hari-hari ini dalam gereja Tuhan beredar paham bahwa, keselamatan itu diperoleh dan harus dipertahankan dengan perbuatan baik. Rupanya itu sudah terjadi bahkan sejak zaman Paulus dan Timotius.

Bukan hanya itu, bahkan Marthen Luther memelopori reformasi gereja karena ajaran ini.  Begini katanya “Even after you are converted by the gospel your heart will go back to operating on other principles unless you deliberately, repeatedly, set it to gospel mode.”

Kurang lebih artinya begini: 

"Bahkan setelah Anda diinsafkan oleh Injil, hati Anda akan kembali beroperasi berdasarkan asas-asas lain kecuali Anda dengan sengaja, berulang kali, mengaturnya ke mode Injil."

Injil Kasih Karunia haruslah digaungkan, bahkan di dalam gedung-gedung gereja.

Sudah Sesuai Standar?

 1 Timotius 3:1-16

Suatu hari seorang pendeta kedapatan berselingkuh. Ketika ditanya oleh seorang majelis gerejanya, "mengapa Anda melakukannya?" Iapun menjawab, "itu manusiawi."

Lucu memang. Tapi bukankah kita semua sering begitu? Demi membenarkan diri, kita mereduksi standar "ke-manusiawian" kita. Bagi kita "manusia" yang hidup dalam dosa itu lumrah, dan manusia tanpa hidup dalam dosa itu mustahil. Perhatikanlah ini, standar Allah tidak pernah berubah sejak semula, Dia mencipta & menghendaki "Adam" yang sejalan dengan citra-Nya.

Sebab itu, demi mengembalikan "Adam" yang rusak karena dosa kepada standar citra ilahi, Yesus Kristus datang sebagai Adam Kedua, yang oleh darah-Nya mengangkat dan mengarahkan kita kembali kepada tujuan mula-mula-Nya. Melalui Dia pulalah, Roh Kudus dimeteraikan dalam kita sebagai Penolong, agar kita dapat hidup semakin serupa dengan citra Yesus Kristus, Standar Sempurna Sang Pencipta.


Ayo kawan, kita terus berjuang. Sebab hidup kudus di hadapan Allah bukanlah kemustahilan melainkan keniscayaan.

Jangan salah paham

 1 Timotius 2:12 (TB)  Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

Bacaan : 1 Tim. 2:8-15


Jangan salah paham teman.

Hidup Kekristenan kita haruslah dibatasi dan dijalani dengan tertib, bukan berarti Alkitab mendukung legalisme ataupun seksisme, bukanlah keselamatan karena melakukan hukum ataupun karena gender melainkan hanya anugerah di dalam dan melalui Yesus yang tersalib.

Kemerdekakan kita dari dosa dan Taurat bukan demi kebebasan atau demi preferensi pribadi tanpa kendali namun demi optimalnya kita hidup jadi saksi.

Melawan "Tak Percaya"

 Baca: Yoh. 20:24-31

Seringkali kita seperti Thomas, salah seorang murid Yesus mula-mula, tidak percaya. Bagi kita sebelum melihat, tidak akan percaya. Meski begitu, Tuhan tidak memurkai kita, malah Dia terus rindu agar kita dapat mempercayainya. Ingatlah bahwa, Dia melihat bahkan mengerti akan keraguanmu, dan di atas semuanya itu, Dia inginkan keselamatanmu.


Tekan Kesombongan

Rasa syukur terhadap kebesaran kasih karunia Allah yang dibangkitkan secara konstan akan sanggup menekan kesombongan kita ketika memandang segala pencapaian.


1 Timotius 1:12-13 (TB)  Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --

aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

Konsistensi

Menjaga konsistensi pengajaran bahwa,
Yesus Kristus adalah satu-satunya harapan orang Kristen akan kehidupan kekal merupakan tuntunan utama dalam membangun tertib hidup dalam Injil.



1 Timotius 1:3-4 (TB)  "... aku telah mendesak engkau supaya ... menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman."


Tragis


Tragis! Jika seseorang menolak Kristus, yang adalah Tuhan & Juruselamat, sebab hukuman kekal Allah, Hakim Abadi semesta, tak dapat dilalukan darinya.


2 Tesalonika 2:11-12 (TB)

"Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan."


#motivasiKristen #ayatAlkitab #hidupkekal #bro_pie

#pojok_bropiet

Monday, April 13, 2020

Yesus Bangkit, Harapan Ada! (Yoh. 20:1-31)

https://youtu.be/Plk9ACtg0aQ

Pendahuluan.   Sebelum membahas tentang kebangkitan Yesus, saya pikir penting untuk terlebih dahulu menegaskan kembali beberapa fakta sehubungan dengan itu, sebab sejak awal, musuh-musuh Tuhan berusaha untuk menyangkal fakta historis tentang Kebangkitan. Dan akhir-akhir ini terkesan isu palsu itu digencarkan kembali oleh sekelompok orang. Mungkin Anda mengenali mereka.
Saya mengutip dari keterangan seorang peneliti bernama Lee Strobel, ia mengemukakan 4 kategori yang membuktikan kebangkitan Yesus: Pertama, bahwa Yesus benar-benar mati. semua sarjana di muka bumi ini mengakui bahwa Yesus benar-benar mati setelah penyaliban, bahkan Jurnal Asosiasi Medis Amerika menerbitkan sebuah studi medis ilmiah tentang bukti kematian Yesus, mereka mengatakan, “sangat jelas beratnya bukti menunjukan bahwa Yesus sudah mati, bahkan sebelum ditusuk lambungnya.” Bahkan seorang sarjana Perjanjian Baru yang ateis, Gerd Ludeman mengatakan, “secara historis, tidak dapat disangkal bahwa Yesus mati.”
Kedua, bukti dari catatan-catatan awal, tentang kebangkitan Yesus. Selama ini, kita telah melestarikan kredo Kristen yang paling awal, kredo/pengakuan ini yang didasarkan pada saksi-saksi mata kebangkitan Yesus. Penanggalan kredo ini telah dilakukan kembali oleh para sarjana, bahwa hal itu hanya beberapa bulan setelah kematian Yesus. Itu sama halnya dengan kita mengakui bahwa, virus corona menyebar dari Wuhan sejak akhir tahun 2019 yang lalu, dan kita semua tahu itu adalah fakta.
Ketiga, bahwa kubur-Nya benar-benar kosong. Ini adalah bukti terbaik yang kita punya, bahkan para lawan Yesus mengakui bahwa, kuburnya memang kosong. Mereka tidak menolak bahwa kubur kosong, mereka hanya berusaha menyebar dusta, bagaimana kubur itu bisa kosong. Mereka bilang, “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.Pernyataan ini tidak masuk akal, karena jika mayat itu dicuri oleh pengikut-Nya, bagaimana mereka melakukannya? Makam itu dijaga oleh tentara Romawi dan batu itu disegel oleh segel Romawi resmi. Selain itu, para murid-Nya tidak percaya bahwa Ia akan dibangkitkan dari kematian; musuh-musuh-Nya yang mengingat kata-kata-Nya (Mat 27: 62-66 63_”dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit”). Mereka tentu tidak akan mengambil mayat-Nya! Jika teman-temannya tidak bisa mencuri mayat itu, dan musuh-musuh-Nya tidak mau, lalu siapa yang mengambilnya?
Keempat, adanya para saksi mata. Biasanya tentang sejarah kuno, kita hanya akan menemukan satu atau dua sumber utama. Tetapi tentang kebangkitan Yesus ini, kita memiliki kurang lebih sembilan sumber utama, dari dalam dan dari luar Perjanjian Baru. Hal ini menguatkan dan mengkonfirmasi keyakinan murid-murid yang bertemu Kristus yang bangkit. Atau mungkin ada yang mengatakan para murid memiliki semacam "hayalan" tentang Tuhan yang bangkit dan menafsirkannya sebagai bukti untuk Kebangkitan. Tetapi mereka tidak berharap melihat-Nya, dan itu bukan jenis persiapan psikologis dari mana halusinasi dibuat. Ditambah lagi, bagaimana bisa lebih dari 500 orang mengalami halusinasi yang sama pada saat yang sama? ( 1 Kor. 15: 6).
Jadi mengenai kebenaran bahwa, Yesus bangkit dari kematian, secara faktual berdasarkan semua bukti, tidak ada lagi yang tersisa untuk menyangkalinya, kecuali dusta.
Sekarang, ada hal yang lebih penting untuk menjadi bahan refleksi kita orang percaya, bagaimana kebangkitan Yesus ini mempengaruhi hidup kita hari-hari ini? Kemarin Pdt. Dr. Noor Anggraito, di laman FBnya menulis sebuah pernyataan dengan pertanyaan dibagian akhir, kira-kira begini “Paskah kemenangan pasti tiba, masih adakah harapan?” Bukankah ini adalah pertanyaan yang agak sulit kita cerna hari-hari ini? Kita menguatkan keyakinan dengan berkata, “masih ada harapan” tetapi nampaknya di depan kita itu tak terlihat sama sekali. Bahkan mungkin ada di antara kita yang berkata, “harapan” apa itu? Mari kita lihat bagaimana fakta Kebangkitan Yesus ini mempengaruhi para murid mula-mula?
I.                    Kebangkitan Yesus Mengubah Air Mata Jadi Sukacita (Maria Magdalena_ Yoh. 20:1-18)
Biasanya ketika orang Yahudi berduka, kerabat terdekat akan tetap berkabung di rumah selama tujuh hari; Maria Magdalena, adalah seorang perempuan yang dibebaskan oleh Tuhan Yesus dari tujuh roh jahat yang merasukinya (Luk. 8:2), yang sejak peristiwa itu menjadi salah seorang murid yang begitu setia melayani. Diapun tengah bersedih karena peristiwa ini. Seperti halnya keluarga, mungkin ia juga akan tetap berada di dalam rumah seandainya tidak perlu menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai karena sabat (19:42). Jadi pagi itu ia bergegas untuk melihat Yesus yang telah dibaringkan dalam kubur. Betapa terkejutnya ia setelah mendapati batu penutup telah terguling dan kubur itu kosong. “Kemana tubuh Tuhanku?” Tanyanya. Rasanya belum hilang rasa sedih karena penyaliban-Nya, kini bahkan melihat tubuh itupun dia tak bisa.
Bagi orang yang pernah kehilangan seorang yang dikasihi, mungkin tidak terlalu sulit untuk membayangkan rasa sedih Maria dari Magdala ini. Perhatikanlah bagaimana ia “berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,” sehingga bahkan suara Yesus pun sempat tak dikenalinya. Yohanes menulis dalam 20:15-16, Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."  Namun seketika suasana penuh kesedihan itu berubah saat ia menyadari bahwa orang yang yang berbicara itu adalah Yesus. “16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
Dalam Novel berseri karya C.S. Lewis yang berjudul, “The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe,” kini novel tersebut sudah difilemkan, ada sebuah adegan yang menceritakan kematian Aslan, karena menggantikan Edmund. Kala itu, Lucy & Susan begitu bersedih sehingga menunggui mayat Aslan hingga pagi, namun ketika fajar tiba-tiba jasad Sang Aslan hilang, dan sesaat kemudian Aslan muncul kembali dan nampak lebih kuat dari sebelumnya. Sungguh adegan yang menggetarkan hati.
Pernahkah Anda membayangkan, ditinggal seseorang dan berpikir bahwa dia tak mungkin kembali, namun tiba-tiba dia muncul di hadapan kita? Atau mungkin kita punya seseorang yang kita kasihi namun berada di suatu tempat yang jauh, lalu suatu hari, tanpa memberi kabar dia memberi kejutan dengan muncul begitu saja? Tentulah ada rasa bahagia yang meluap dari dalam hati bukan? Begitulah kira-kira perasaan seorang murid Yesus terhadap kebangkitan.
Memang banyak hal yang dapat saja membuat kita bersedih hari-hari ini, kehilangan orang yang kita kasihi misalnya. Nah, kebangkitan Yesus menunjukan kepada kita bahwa Dia tidak takluk kepada maut. Dia sanggup mengalahkannya. Bukankah sangat masuk akal jika Diapun sanggup membangkitkan kita ataupun orang yang kita kasihi dari kematian? Hanya percayalah kepada-Nya dan jangan bersedih lagi.
II.                  Kebangkitan Yesus Mengubah Ketakutan Jadi Keberanian (10 Murid_Yoh. 20:19-23)
Bukan hanya kesedihan yang meliputi para murid kala itu, melainkan ketakutan juga, lihat saja bagaimana dikatakan tentang mereka, “Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"  20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.  21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."  22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.  23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada. (Yoh. 20:19-23)”
Dalam peristiwa ini ada beberapa hal, yakni, pertama, ada persekutuan yang luar biasa. Kedua belas murid itu, kecuali Yudas dan Thomas, dikumpulkan dan disatukan oleh sebuah komunitas yang berminat kepada Mesias. Mereka mempertaruhkan diri untuk pensiun dari kurangnya simpati dari luar, dan dari rasa takut terhadap orang-orang Yahudi. Ada kegembiraan di antara mereka dengan laporan-laporan tentang Kebangkitan.
Kedua, munculnya Tamu Ilahi. Dia tampil secara: Ajaib, Tidak terduga, membawa Shalom, salam damai sejahtera, sapaannya menyentuh akor memori. Dan tidak dapat dielakkan. "Dia menunjukkan kepada mereka tangan-Nya!"
Ketiga, kita melihat adanya sukacita yang tiba-tiba. Artinya, dari suasana yang mencekam lalu berubah drastis karena pertemuan dengan Yesus. Ketegangan mereka berakhir; Ketakutan mereka hilang; Harapan redup mereka terwujud; Keyakinan mereka pada nubuatan-Nya digenapkan; Kesenangan mereka sebagai masyarakat-Nya diperbarui; Kepercayaan mereka pada misi Ilahi-Nya dihidupkan kembali.
Keempat, tentu inilah tujuan Yesus bagi murid-murid, agar mereka menjadi saksi. Ada mandat suci yang dipercayakan. Kristus -Lebih lengkap mengulangi ucapan-Nya sebelumnya; Menginstruksikan mereka untuk mengabdikan hidup mereka pada deklarasi pikiran Allah, dan penerbitan Injil pengampunan bagi orang-orang yang bersalah; Menambahkan martabat pada tugas mereka dalam membandingkannya dengan misi-Nya sendiri; kemudian memberikan kualifikasi yang diperlukan: Memberikan kuasa rohani kepada pemberita Injil dan memberi rahmat dan berkat kepada pendengar yang setia.
Kebangkitannya telah mengubah ketakutan menjadi keberanian dan kepercayaan diri yang penuh kepada para murid. Sekarang tidak ada lagi yang menakutkan bagi mereka. Tidak heran mereka relakan segalanya, bahkan nyawa demi kesaksian tentang kebangkitan Yesus dari antara orang mati.
Roma 8:35-39  35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?  36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."  37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.  38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,  39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Sekarang, apakah yang sedang menakutimu? Masa lalumu kelam? Atau masa kini yang melelahkan? Atau mungkin juga masa depan yang tampak suram? Saya ingin memberi tahu ini: Yesus bangkit, harapan ada. Dia ada bersama dengan kita kapan dan di manapun karena Dia Allah Imanuel. Allah yang menyertai umat-Nya. Jangan takut lagi.
III.                Kebangkitan Yesus Mengubah Keraguan Jadi Keyakinan (Thomas_Yoh. 20:24-31)
Dalam kisah sebelumnya, nampaknya Thomas absen dari pertemuan, entahlah kemana dia saat itu. Setelah dia kembali dan memperoleh informasi dari kesepuluh temannya, iapun tak dapat mempercayainya, “Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yoh. 20:25).
Rupanya Thomas adalah, seorang yang melankolis. Ia melihat secara konstitusional dan kebiasaan di sisi gelap, Thomas lebih suka berjalan di sisi jalan yang teduh (Yohanes 11:16). Penilaian yang lambat. Tomas tidak pernah melakukan perjalanan lebih cepat daripada pengertian atau alasannya, dan ia tidak pernah tergesa-gesa dalam membuat keputusan (Yohanes 14: 5). Ia juga adakah orang yang pikirannya kritis. Thomas suka mencari hal-hal lebih dalam, untuk melihat sebelum dia percaya (ver. 25). Ia punya spirit yang berani. Dia tidak takut menghadapi bahaya dan kematian dan untuk Tuannya (Yohanes 11:16), meskipun panik, seperti yang lain, dia meninggalkan Kristus dan melarikan diri. Ia juga hati yang teguh. Setelah ia yakin terhadap sebuah penilaian, hatinya tidak pernah ragu lagi, seperti dalam peristiwa ini. Tomas menjawab tegas “Ya Tuhanku dan Allahku!
Bukankah banyak orang seperti Tomas, mungkin Anda adalah salah satunya, Tuhan Yesus tidak berkeberatan membuktikan kebangkitan-Nya kepada Tomas, tetapi ada kritik yang dilontarkan-Nya kepada Thomas, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Yoh. 20:29.”
Ada yang pernah bilang begini, “keselamatan dalam Kristen enteng sekali ya” hanya percaya saja sudah selamat. Saya ingin bertanya, jawablah dengan jujur, “benarkah percaya saja itu mudah?” banyak kali bahkan orang yang sudah Kristen sejak dalam kandungan, sulit untuk percaya. Mulai dari percaya bahwa kematian Yesus cukup dan sempurna untuk menyelamatkan mereka, hingga mempercayai bahwa Yesus sanggup mengerjakan mujizat pada masa kini. Benarkah enteng untuk percaya? tidak kawan. Untuk percaya, kita butuh keberanian yang sangat besar.
Kebangkitan Yesus telah mengubah Tomas yang ragu-ragu menjadi yakin sepenuhnya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allahnya. Tuhan dan Allah kita. Dari dampak kebangkitan ini kita melihat penekanan penulis dalam setiap peristiwa, pada Maria, menekankan kasih; pada 10 murid pada pengharapan; dan pada Tomas pada iman. Apakah ini terdengar tidak asing bagi Anda? Iya kita sangat familiar dengan ketiganya, iman, pengharapan, dan kasih. Tetaplah menaruh pengharapan dalam Kristus yang telah bangkit itu.
Amin.

Monday, January 27, 2020

TUJUH BELAS HUKUM STRUKTUR (Greg Gripentrog, Diktat Kuliah: Metode Mempelajari Alkitab [STTII Yogyakarta])


 1.       PERBANDINGAN: Ada hal-hal yang dibandingkan.
·         Kata-kata Kunci: sama seperti, demikian, sama dengan, dll.
·         Contoh: Yoh. 3:8, 14; Bil. 21:9; Mat. 7:24-27
2.       KONTRAS: Ada Hal-hal yang dibedakan. Yaitu hubungan yang saling berlawanan.
·         Kata-kata Kunci: Tetapi, melainkan, dll.
·         Contoh: Mat. 7:24,27; Ef. 2:8,9; Rm. 6:23; Gal. 5:6-26; Yoh. 7:30-31; Why. 3:17.
3.        SEBAB-AKIBAT: Satu hal yang menyebabkan hal lain.
·         Kata-kata Kunci: Karena, sebab, jikalau, maka, dll.
·         Contoh: Mat. 7:24,27; Rm. 1:18-32; Rm. 5:1-11
4.       PENGULANGAN: Ada kata-kata, frase-frase, atau ide-ide yang diulangi (kadang-kadang sama persis, kadang-kadang mirip)
·         Contoh: Ibr. 11; 1 Kor. 13; Mat. 5:21-48; Ef. 1:3-14; Luk. 15; Why. 2 – 3.
5.       PENINGKATAN PIKIRAN: Ada fakta-fakta, ide-ide yang menunjukan adanya perkembangan pikiran di dalam satu paragraf, pasal atau kitab.
·         Contoh: Yak. 1:14-15; Rm. 1:18-32; Rm. 5:3-5.
6.       PUNCAK/KLIMAKS: Penyusunan bahan sehingga ada fakta atau ide yang menjadi puncak dari semua fakta atau ide yang ada dalam satu paragraf, pasal atau kitab.
·         Contoh: Rm. 1 – 3; 2 Pet. 1:3-9.
7.       TITIK PERUBAHAN ARAH: Bahan tersusun sehingga berputar pada satu faktor.
·         2 Sam. 11 – 12; Yoh. 6:66; Rm.: 12:1
8.       PERTUKARAN: Ada unsur-unsur yang diganti. Sering dipakai untuk menguatkan kontras atau perbandingan.
·         Contoh: Rm. 5:12-21; Gal. 5:16-26; Ef. 4:25-32; Luk. 1 – 4.
9.       KELANJUTAN:  Satu pokok dimulai, kemudian ada pemisah, nanti pokok dilanjutkan.
·         Contoh: Kej. 13 – 14; 18  - 19; Mrk. 4:1-9, 13-20.
10.   UMUM KE TERTENTU: Ada pernyataan umum yang disusul dengan contoh-contoh tertentu.
·         Contoh: Mat. 6:1-18; Ef. 4:17-31; Gal. 5:16-26.
11.   TERTENTU KE UMUM: Ada contoh-contoh tertentu yang disusul dengan pernyataan umum.
·         Contoh: Yak. 2:1-26
12.   PERSIAPAN/PENDAHULUAN: Ada pemasukan latar belakang untuk peristiwa-peristiwa atau gagasan-gagasan.
·         Contoh: Kej. 2:4-25; Kej. 3; Luk. 3:1-3, 4-7; Dan. 1:1; Why. 1.
13.   PENYINGKATAN/RINGKASAN: Dapat ditulis sebelum atau sesudah satuan/seksi dalam buku.
·         Contoh: Yos. 12; Hak. 1 – 2.
14.   TANYA JAWAB: Ada pertanyaan atau persoalan yang disusul dengan jawaban.
·         Contoh: Mrk. 12:13-17; Rm. 6 – 7.
15.   TUJUAN: Satu ayat/paragraf menjelaskan tujuan penulis untuk bagian sebelum atau sesudahnya.
·         Contoh: Ef. 1:4,5,6; Ef. 1:17, 18.
16.   BUKTI: Satu bagian membuktikan pernyataan dari bagian sebelum atau sesudahnya.
·         Contoh: Yoh. 8:13-59. . . 9:1-41; Mat. 9:2 . . . 9:5-6
17.   KESEJAJARAN: Satu frase atau kalimat yang sejajar dengan frase atau kalimat yang berikut. Urutan kata yang penting.
·         Contoh: Luk. 6:43;44;45; Mazmur.

Saran-saran tentang pemakaian hukum-hukum struktur:
1.       Di dalam satu nats ada kemungkinan besar bahwa semua hukum  struktur tidak dapat diamati.
2.       Namun demikian ada baiknya kalau semua hukum struktur dicari untuk mendorong kita sungguh-sungguh mengamati bagian ini dan untuk menjaga agar tidak ada struktur yang tidak diamati.

Contoh Pengamatan Struktur

Berikut Adalah Contoh bagaimana mempraktekan Pengamatan Struktur terhadap Mazmur 1.



Tuesday, December 31, 2019

Resolusi Tahun Baru: Antara PeDe & Parno

Shalom Bible Lovers.
Menurut  Nona Wiki, yang nama panjangnya adalah Wikipedia, "Sebuah studi pada tahun 2007 yang dilakukan oleh Richard Wiseman dari Universitas Bristol dengan melibatkan 3.000 responden menunjukkan bahwa 88% dari mereka yang memiliki resolusi Tahun Baru gagal mewujudkannya,[7] meskipun 52% dari responden yakin pada awalnya bahwa mereka akan berhasil mewujudkannya. 22% pria berhasil mewujudkan resolusi mereka saat mereka menenetapkan target (misalnya bertekad menurunkan berat badan satu pon dalam seminggu, bukannya hanya "menurunkan berat badan" saja), sedangkan 10% wanita berhasil mewujudkan resolusi mereka jika mendapat dukungan dari orang-orang terdekat.[8]"

Nah, dari hasil riset tersebut, ada dua hal yang menjadi alasan kesusksesan, 1) menetapkan target yang spesifik; 2) mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Dalam video ini saya akan mebagikan hal yang lebih penting dari pada tips untuk sukses mewujudkan resolusi tahun baru itu, demi masa depan Anda. 


Dalam waktu beberapa jam lagi kita akan meninggalkan tahun 2019 dan memasuki tahun 2020. Apa hal yang paling sering dilakukan orang dalam momen seperti ini? Ya, membuat resolusi tahun baru.

Masih info dari nona Wiki tadi, "Resolusi Tahun Baru adalah tradisi sekuler yang umumnya berlaku di Dunia Barat, tetapi juga bisa ditemukan di seluruh dunia. Menurut tradisi ini, seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada Hari Tahun Baru.[1]" Adapun tradisi tersebut telah dimulai sejak zaman Babilonia kuno hingga kini. Bahkan tradisi serupa ini juga ada dalam agama Yahudi dan Katolik hanya motifnya yang berubah. Saya tentu tidak ingin "mengharamkan" resolusi tahun baru itu karena berasal dari budaya pagan.

Menurut saya resolusi tahun baru adalah hal yang baik untuk dilakukan, karena paling tidak hal itu dapat menjadi motivasi bagi seseorang. Begini, biasanya ada dua cara pandang orang dalam membuat resolusi tahun baru. Ini berhubungan dengan cara masing-masing menatap masa depannya. Di satu sisi ada orang yang terlalu percaya diri, sementara di sisi lain ada yang terlalu kuatir atau takut atau yang kata anak muda masa kini "parno." Sesungguhnya keduanya adalah bentuk ketidakpercayaan kepada Allah.

Ada fakta yang harus diingat tentang masa depan itu, yakni pertama, hal itu misteri dan kedua, manusia itu fana. Bagi manusia, masa depan itu sesungguhnya gelap dan setiap orang dapat saja meninggalkan dunia ini di saat yang tak diduganya. Tidak ada yang pasti selain kematian itu. Orang dapat saja membuat prediksi, entah berdasarkan perhitungan yang ilmiah atau juga mistis. Tetapi tetaplah semua itu hanya prediksi belaka. 

Itulah sebabnya Firman Tuhan berkata, 
"Yakobus 4:13-15 _Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ‘Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung’, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
"Amsal 19:20-21_Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhan-lah yang terlaksana.” 

Demikianlah peringatan bagi mereka yang melupakan misteri masa depan dan kefanaan.

Selanjutnya, bagi mereka yang dilanda kekuatiran terhadap masa depan, mari simak apa yang Alkitab katakan bagi Anda.
Matius 6:31-34 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” 

Matius 6:25-27   25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?  26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?  27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (lih. juga Luk. 12:22-23)
1 Petrus 5:7 “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
 Amsal 24:14 “Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.”
Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Amsal 28:13 “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”

Matius 7:7-11 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Saya harap Anda tidak meragukan firman Tuhan ini. Sebab memang masa depan itu misteri, kita belum pernah kesana, dan tak seorang pun yang pernah datang dari sana membawa kabar kita di masa depan. Bisa saja ada kesuksesan dan kebahagiaan besar yang kita dapatkan di sana, tetapi mungkin juga kemalangan. 

Tetapi percayalah bahwa Allah kita itu kekal. “Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”” (Kel 3:14). Yesus Kristus, sebagai wujud Allah, juga menegaskan keilahian dan kekekalan-Nya dengan mengatakan, “sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58). Teks Terjemahan Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani, Septuaginta menunjukan kesetaraan kedua pengakuan di atas, keduanya menggunakan kata ego eimi artinya AKU ADA. Dari bahasa Ibrani ehyeh asyer ehyeh (trans. interlinier), "Aku adalah Aku ada." Bukankah Yesus berkata, "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir (Why. 22:13)."

Yohanes oleh ilham Roh Kudus menulis: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yoh 1:1). Paulus dalam Roma 1:20 berkata, "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih." Dan masih banyak nats lagi tentang kekekalan Allah ini.

Poin saya di sini ialah, jika Alkitab menyatakan bahwa Tuhan kita itu kekal, maka segala sesuatu yang terjadi di dalam rentang waktu ini, sejak hari dimulainya hingga hari Dia menghentikannya, terlihat secara jelas oleh-Nya. Sementara kita harap-harap cemas terhadap masa depan, Tuhan telah melihat semua. Tidak ada yang misteri bagi-Nya. Lalu apakah hubungan paparan ini dengan sukses mewujudkan resolusi tahun baru? Tentu saja kebergantungan mutlak kepada Allah yang kekal adalah kunci utama. Resolusi kita haruslah searah dengan rancangan dan tujuan Allah bagi kita. Demikianlah kita tidak akan tenggelam dalam kekuatiran dan sebaliknya terjerat oleh kecongkakan.
Selamat Tahun Baru 2020 sahabat.
Solideo Gloria.